Home arrow Blog Links arrow Myra’s journey
Myra’s journey Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Active ImageHai, teman-teman… Beberapa waktu lalu Sampoerna Foundation mengadakan acara social activity di enam kota. Kegiatan kali ini adalah workshop bertemakan Creating Future Writers. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dan dibagi menjadi pelatihan menulis serta pelatihan untuk menulis skrip film. Selain ada pelatihan, kegiatan sosial ini juga mengadakan lomba bagi peserta workshop Creating Future Writers. Untuk lomba menulis cerita dimenangkan oleh Myra Fathira. Gadis yang saat ini tengah menyelesaikan pendidikannya di Unoversitas Padjadjaran Jurusan Sastra Inggris ini mendapat kesempatan untuk mengikuti Ubud Writers and Readers Festival.

 

Berikut ini adalah cerita Myra mengenai pengalamannya mengikuti acara yang berlangsung di Bali tersebut...

It’s wonderful, kayaknya itu kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan berada di sebuah acara yang sangatlah besar, Ubud Writers and Readers Festival! Aku benar-benar enggak menyangka ada di sana bareng sama penulis-penulis dari berbagai negara. I’m so closed with them and feel like being one of them.  Saya bahkan sempat foto-foto dan minta tandatanganya Nury Vittachi, my fave one…  Aku enggak pernah membayangkan sebelumnya bisa bertemu langsung dengan Miles Davis, Catherine Lim, atau bahkan Nury Vittachi. Terinspirasi juga sih untuk suatu hari nanti bisa jadi penulis-penulis hebat seperti mereka untuk datang ke acara ini dan mewakili Indonesia! Waaahh, semoga bisa tercapai, yah!!!

Masih terbayang bagaimana serunya pagi-pagi datang ke acara itu sambil mendengarkan serunya pengalaman-pengalaman penulis-penulis itu bikin karya mereka. Pengalaman ini jadi memperluas pengetahuan aku tentang dunia luar dan cara serta usaha para penulis dalam mengangkat permasalahan yang ada di negaranya. Aku jadi bisa mengambil pelajaran bahwa dengan menulis kita bisa membuat negara kita dikenal oleh negara lainnya. Bagaimana kita mau dikenal sama negara lain kalau mereka enggak pernah tau kondisi kita yang sebenarnya?

Salah satu jembatannya adalah melalui tulisan, bukan? Inggris saja bisa terkenal sama Shakespeare dan J.K Rowlingnya. Kenapa Indonesia enggak bisa? Siapa tahu nanti bakalan ada the next J.K Rowling yang ternyata orang Indonesia. Kebayang bangganya kita?

Aku benar-benar mengucapkan terima kasih sama Sampoerna Foundation sudah memberikan aku kesempatan untuk jadi peserta di acara ini. Senang juga selama di sana aku ditemani oleh orang-orang Sampoerna Foundation,  Mbak Yulin (Yee … kita berhasil puasa di Bali ya Mbak!) dan Mbak Lorent. Jadi aku enggak merasa sendirian selama di sana. ngerasa ngga sendirian di Bali. Sekali lagi, Terima kasih, ya Sampoerna Foundation for making my dreams is not too far to reach!!!

 
Selanjutnya >

©2006 Sampoerna Foundation, Powered by Joomla